Blog

My Blog

Selamat datang di Personal Website Muhammad Sabiran, S.Kom

Mengelola Proyek Sendiri: Tools yang Saya Gunakan sebagai Full Stack Web Developer

Tips & Best Practice 29 Jun 2025
Mengelola Proyek Sendiri: Tools yang Saya Gunakan sebagai Full Stack Web Developer

Sebagai seorang Full Stack Web Developer yang sering mengerjakan proyek pribadi dan freelance, saya menyadari satu hal penting: kemampuan teknis saja tidak cukup. Mengelola proyek sendiri membutuhkan sistem kerja yang terorganisir, efisien, dan adaptif terhadap perubahan. Berbekal trial & error dan pengalaman lapangan, saya akhirnya menemukan kombinasi tools yang membantu saya bertahan dan berkembang.

Berikut adalah daftar tools yang saya gunakan beserta alasan pemilihannya:


1. Notion – Perencanaan dan Dokumentasi Proyek

Sebelum ngoding, saya selalu mulai dari struktur. Saya gunakan Notion untuk:

  • Menulis scope project & user stories

  • Membuat to-do list harian

  • Mendokumentasikan arsitektur & flow aplikasi

Notion membantu saya berpikir sistematis dan menjaga agar proyek tidak kehilangan arah.


2. Figma – Desain UI/UX Awal

Meski bukan desainer profesional, saya tetap butuh mockup sebelum coding. Dengan Figma, saya bisa:

  • Mendesain wireframe sederhana

  • Kolaborasi jika bekerja dengan designer

  • Menyimpan guideline komponen UI

Ini menghemat waktu saat implementasi front-end.


3. Trello – Manajemen Task & Progress

Saya pakai Trello untuk board Kanban pribadi. Biasanya saya buat kolom seperti:

  • Backlog

  • To Do

  • In Progress

  • Done

Ini membuat progress lebih terlihat dan memudahkan evaluasi mingguan.


4. Git + GitHub – Version Control & Kolaborasi

Wajib hukumnya. Saya menggunakan Git untuk semua proyek, baik pribadi maupun tim. Dengan GitHub, saya bisa:

  • Membuat branch per fitur

  • Menyimpan changelog dengan commit yang rapi

  • Berkolaborasi atau open-source-kan proyek


5. VS Code – Editor Serba Bisa

Kombinasi extension seperti Prettier, ESLint, GitLens, dan Tailwind IntelliSense membuat VS Code jadi andalan saya untuk coding yang rapi dan cepat.


6. Postman – Testing API

Saat membuat back-end dengan Express atau Next.js API routes, Postman jadi sahabat terbaik saya untuk:

  • Cek response API

  • Uji header & payload

  • Simpan koleksi request untuk regresi test


7. Docker – Lingkungan Konsisten

Untuk proyek yang melibatkan database, Redis, atau backend lainnya, saya sering pakai Docker Compose agar semua service berjalan seragam di berbagai mesin.


8. Vercel & Railway – Deployment Mudah

Saya deploy front-end (Next.js) ke Vercel, dan back-end (Node.js, database) ke Railway. Keduanya punya:

  • Setup mudah

  • CI/CD otomatis dari GitHub

  • Gratis untuk skala kecil


9. Google Calendar & Clockify – Manajemen Waktu

Saya jadwalkan waktu coding harian di Google Calendar, lalu pantau durasinya pakai Clockify. Ini bantu saya menghindari overwork dan tetap produktif.


10. ChatGPT – Asisten Coding & Ide

Saat stuck, saya konsultasi ke ChatGPT (ya, saya tulis ini dengan bantuannya juga!). Dari debug, dokumentasi, sampai brainstorming fitur—AI jadi teman kerja yang efisien.


Penutup

Mengelola proyek sendiri memang menantang, tapi dengan tools yang tepat, kamu bisa menjaga arah, fokus, dan produktivitas. Setiap developer punya kombinasi alat favoritnya, dan itulah bagian dari perjalanan kita membentuk workflow yang paling cocok.